Tiktok Kemnaker Singgung Gaji Gede Mental Health Down, Ini Saran Psikolog

23
Tiktok Kemnaker singgung gaji gede mental Health Down

Gudanggames.co – Tiktok Kemnaker singgung gaji gede mental Health Down, ini saran Psikolog. Viral konten Tiktok Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebut ‘gaji gede mental health down’ atau ‘gaji kecil mental health baik’. Ramai memperoleh kontroversi di media sosial, lantas benarkah perkara gaji bisa mengganggu kesehatan mental?

“Kalau kaitannya dengan kondisi mental, tentu saja ada. Apalagi sekarang kita sering temui orang yang mengalami burnout bekerja, merasa bean kerjanya makin lama makin banyak, atau ada kejenuhan,” terang psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate, Senin (22/11/2021).

Tapi menurutnya, kondisi mental tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi seperti perkara gaji dalam kasus ini. Di samping itu, terdapat faktor lain seperti genetik, klinis, psikososial, sampai sistem manajemen yang berjalan di tempat kerja.

Hasilnya, faktor gaji sebagai penentu keadaan mental tidak bisa dipukul rata untuk semua orang.

“Kalau ngomongin kesehatan mental yang kaitannya pekerjaan selain salary ada juga fit kecocokan diri dengan pekerjaan, manajemen waktu dengan load kerja, kemudian sistem kerja. Manajemen itu juga berpengaruh terhadap bagaimana karyawan stres,” terang Sari.

“Keadaan pertemanan politik dan sebagainya itu tidak hanya sebatas siapa yang mau bisa promosi atau saingan potensi, tidak juga. Kita melihat banyak kasus ini pelecehan seksual, bullying, itu juga berpengaruh terhadap kesehatan mental,” tambahnya.

Di samping dari kontroversi yang beredar khususnya di linimasa Twitter, Sari menyebut selektif soal pekerjaan bisa meminimalkan risiko masalah mental pada pekerja. Sebab semakin sesuai pekerjaan dengan minat dan bakat serta kebutuhan perusahaan, semakin pekerjaan bisa dijalani dengan nyaman.

“Lebih baik bekerja sesuai potensi masing-masing karena jika ingin bekerja dengan baik, tentu saja perlu proses adaptasi untuk kita bisa bekerja. Akan lebih mudah dilewati apabila potensi yang kita punyai sejalan dengan kebutuhan perusahaan,” terang Sari.

“Selektif soal pekerjaan sangat disarankan supaya kondisi mental dalam jangka waktu panjang lebih terjaga. Bekerja itu tujuannya bertahan hidup. Hidup yang bagaimana? Menyenangkan, sehat. Sehat bagaimana? Sehat fisik dan mental,” pungkasnya.